Cerita di Belitung bisa dibaca disini
Showing posts with label Adventure. Show all posts
Showing posts with label Adventure. Show all posts
29 Sept 2015
20 Jul 2015
16 Jul 2015
18 Apr 2015
Copenhagen, Denmark
Labels:
Adventure,
Euro Trip,
europe,
photography,
solo traveler,
spring,
travel
8 Mar 2015
21 Feb 2015
23 Dec 2013
Place to Eat and Visit in Bali
1. Pemandangan sawah yang luar biasa di canggu
Perjalanan menuju pantai pererenan canggu, disuguhi pemandangan seperti ini, beruntung datang saat kondisi sawah sedang hijau-hijaunya. Pantai pererenan berpasir hitam dan kebanyakan orang datang untuk bermain surfing. Kalau untuk bersantai/kumpul sama temen-temen lebih baik mengunjungi echo beach karena banyak restaurant dan cafe di pinggir pantai.
Tempat makan yang terletak di sudut jalan oberoi ini punya interior yang menarik, tea time di siang hari atau makan malam, tidak terlalu ramai jadi tinggal datang saja, ga perlu booking.
Makan siang dengan pemandangan luar biasa, suasana nya nyaman, tidak terlalu ramai, kalau total bill lebih dari Rp 500.000 kita bisa free mengunakan lift untuk menuju private beach karma kandara.
Chicken steaknya enak banget, interior nya bagus dan menarik, lantai 2 selalu jadi favorite saya, dengan kursi sofa dan pemandangan menuju arah sunset road.
5. Tegalalang
Petak sawah tegalalang, sayang banget sekarang lagi musim ujan, bakalan licin dan berlumpur kalau mau trekking di area sawah tegalalang, tapi ga ada salahnya menikmati kopi atau teh di cafe sekitar tegalalang yang menawarkan view sawah berundak. Kalau mau trekking siapin uang kecil, karena nanti tiba-tiba ada suatu bapak-bapak di bale bengong di tengah sawah yang senyum dan nunjukin tulisan bahwa kita harus kasi uang sukarela.
6. Tjampuhan Hotel
Ga nginep di ubud tapi pengen berenang, ubud hanging garden kemahalan, yauda ke tjampuhan hotel aja, bayar berenang nya Rp 50.000
Tempat breakfast yang ramai di daerah petitenget, terkenal dengan menu Hangover Happy Meals nya.
14 Aug 2013
Danau Kelimutu, Ende - Flores - NTT
Wih cerita dulu awal mulanya perjalanan ini, ditawarin untuk ikut ke pulau komodo, DIBAYARIN LHO, tinggal bawa diri aja :) langsung nolak karna ah pulau komodo kan uda pernah kapan-kapan aja deh mendingan ke tempat yang belum pernah, hari demi hari berlangsung eh dikabarin lagi kalau tujuan pertama itu bukan Labuan Bajo tapi Danau Kelimutu di Ende.
Langsung panik, nelfon kesana kemari nyari tiket ke Ende.
H-1 perjalanan baru beli tiket Jakarta-Denpasar-Kupang-Ende, pakai maskapai merpati, lumayan ya transitnya banyak, harga tiketnya juga lumayan mahal, karna ya mepet juga itu belinya ..
Maskapai yang melayani rute buat sampai di Ende bisa di check via traveloka.com
Drama selanjutnya adalah tiket pulang ke denpasar full semua sampai tanggal 10 Agustus, uda pasrah sampe rencana mau naik kapal laut yang makan waktu 4 hari dari Labuan Bajo ke Denpasar, karena tanggal 8 Agustus harus berangkat ke Makassar via Denpasar
(Lulus Kuliah bukannya cari kerja malah jalan-jalan) *jangan ditiru*
Bawaan selama 5 Hari, ga bawa sabun & shampoo karna yakin yang lain pasti bawa, tinggal minta
Sepatu, Obat Nyamuk, Sarung Pantai, Kacamata, Sunscreen wajib dibawa
Sampai di bandar udara El tari kupang, langsung beli kartu perdana telkomsel karna di NTT cuma ada ada signal Telkomsel. Transit di Kupang sekitar 4 Jam an, nunggu aja di Airport ga keluar airport karena taxinya lumayan mahal kalau mau ke kota, sekitar Rp 70.000,- an
Lanjut penerbangan ke Ende dari kupang yang makan waktu 30 Menit pakai pesawat merpati baling-baling
Sampai lah kita di Bandar Udara H Hasan Aroeboesman, Ende.
Bandaranya kecil dan sudah disambut dengan kebrutal supir-supir yang nawarin jasa taxi dari kaca pintu kedatangan, mereka ketok-ketok kaca pake kunci dan manggil manggil kita buat nawarin taxi
Tapi di perjalanan ini saya *ups* cukup dimanja dengan jemputan supir.
Ga usah susah susah nawar dan takut ditipu, diperjalanan ini semua sudah tersedia. Gambaran kalau mau sewa mobil untuk menuju kelimutu dari ende, harga sewa kira-kira Rp 400.000-Rp500.000 permobil. Atau bisa juga naik angkutan umum yang berbentuk Truk tapi udah dimodifikasi, jadi udah tersedia tempat duduk dan terpal diatasnya, Untuk harga kurang tahu
Tujuan utama di Ende itu adalah Danau Kelimutu, di kampung moni, kurang lebih 66 KM dari Ende.
Sebelum menuju kampung moni, kita jalan-jalan dulu di Ende :

Situs Rumah Pengasingan Bung Karno yang jam bukanya ga jelas
Patung Soekarno di Taman Renungan Bung Karno, belum rampung masih dalam tahap renovasi. Pohon sukun di depan patung ini juga masih ada, kata pak supir di bawah pohon itu tempat Bung Karno merenungkan pancasila. Lokasi taman ini berdekatan dengan Pantai Ria
Pantai Ria
Gereja Christo Regi
Setelah keliling kota ende sampai sore, kita lanjutkan perjalanan ke kampung moni. Jalannya belum diaspal secara keseluruhan, ga ada lampu dijalan pokoknya menyeramkan kalau kita nyetir sendiri dan ga biasa sama medannya, bagian kiri jalan bukit-bukit rawan longsor, bagian kanan jalan jurang. Jalannya berkelok-kelok, nah tapi karena gelap dari mobil ngeliat ke arah langit bintangnya cantik luar biasa
Sampai di Moni kita langsung cari penginapan, saking gelapnya sampai gak tahu nama penginapannya, hahahahaha. Lokasinya dibawah Jalan menuju Danau kelimutu, tempatnya lumayan untuk harga Rp 150.000,-/ kamar, yang kita perlukan hanya tidur karena harus bangun jam 3 pagi untuk mulai jalan menuju Danau Kelimutu.
Bangun jam 3, Mandi *biar terbiasa sama udara dingin* dan lanjut perjalanan menggunakan mobil ke kaki danau kelimutu. Jarak tempuh dari Kampung Moni menuju Danau Kelimutu adalah 18 Km, jadi kalau kita tidak memiliki kendaraan sewaan yang mengantar ke danau kelimutu agak capek ya jalan 18 Km, Ojeg tersedia hanya terbatas jumlahnya. Harus pinter pinter cari kenalan supaya dapat tumpangan.
Jangan lupa bawa senter, mulai jalan jam 4 Pagi tanpa bantuan sinar lampu apapun, yang bisa kita liat cuma bintang sama bulan aja, untungnya ada tukang jualan yang mau naik keatas jadi kita ikutan dia naik. Kalau punya aplikasi senter di Hp juga bisa membantu, tapi sampe di puncak kelimutu battery HP nya low jadi ga bisa foto-foto *cukup masalah karna ga bisa share foto di instagram* bleee :p
Ini dia mimpi yang akhirnya jadi kenyataan, dari dulu pengen banget liat Danau Kelimutu, Danau 3 warna yang ada di uang pecahan 5.000 waktu zaman SD, tapi warnanya selalu berubah : waktu kita dateng warna danaunya, Biru - Hijau dan Hitam

Kita ga bisa foto sekaligus keliatan 3 Danaunya, karena 1 Danau Lokasinya tidak dekat
Masing-Masing Danau punya nama Tiwu Ata Polo (warna hijau) yang menurut kepercayaan orang lokal merupakan tempat berkumpulnya arwah orang meninggal yang selama hidupnya melakukan kejahatan, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (warna biru) merupakan tempat berkumpulnya arwah muda mudi yang meninggal
Tiwu Ata Mbuou (warna hitam) merupakan tempat berkumpulnya arwah orang tua yang telah meninggal
Akhirnya menginjakan kaki di Danau Kelimutu, HORE
Kembali ke Ende, disambut dengan Longsor :'(
Panik ga bisa balik ke Ende, karena besok paginya harus terbang ke Labuan Bajo
Bisa liat kan keadaan jalannya ? bagian kanan longsor, bagian kiri jurang
Perjalanan balik ke Ende kita sempetin mampir ke desa wologai, buat liat rumah asli penduduk Ende
Letak desa ini ga jauh dari danau kelimutu, kalau perjalanan ke Ende pasti bisa lewat sini
Disambut anjing-anjing lucu
Wih beruntung bisa ketemu langsung sama penduduk aslinya, jadi sempet denger cerita mereka. Desa Wologai ini dihuni oleh 7 suku yang berbeda, dan sayangnya tahun 2012 yang lalu rumah asli desa ini habis terbakar disiang hari dalam waktu 14 menit saja, sudah habis semua bangunannya, jadi bangunan yang ada di foto ini merupakan bangunan baru
Keasikan foto-foto saya sempat naik batu-batu yang ada disekitar area ini, ternyata si ibu yang penduduk asli sana melarang saya buat menginjak tempat itu, katanya disana ada batu yang kalau disentuh sembarangan bakal apa gitu ... hahahaha ... kacau nih dengerin ceritanya setengah-setengah
Yang paling menarik adalah cerita tentang kendang yang terbuat dari kulit manusia, kata si bapak yang ceritain, kalau kendang ini di bunyiin mau dia dimana aja dia bakal ngerasain bunyi kendang itu dikupingnya. WOW
Kembali ke Ende, udara cerah kita main-main ke pantai, lupa namanya apa
batu yang ada di pantai ini bawaan dari bukit di bagian kiri pantai, jangan kaget kalau liat babi sendirian jalan-jalan di pantai di Ende
Di Ende kita bermalam di Hotel safari, lokasinya deket banget sama bandara, bisa jalan kaki :)
Labels:
Adventure,
Danau Kelimutu,
Ende,
Flores,
indonesia,
NTT,
Travel. Photography
Subscribe to:
Posts (Atom)









































